AGAR SI KECIL LANCAR BAB

 

Bu, pernahkah si kecil sembelit dan bersusah payah untuk buang air besar (BAB)? Sebagian Ibu kerap panik ketika si kecil terlihat tersiksa karena tidak lancar ke belakang. Sebagian lainnya mungkin bingung dan khawatir jika si kecil hanya BAB sekali dalam beberapa hari.

Normalnya, anak-anak melakukan BAB sebanyak 3 kali sehari atau sedikitnya 3 kali seminggu. Ada juga anak yang hanya sekali BAB dalam beberapa hari. Ini masih wajar ya, Bu, karena tiap orang memiliki siklus BAB yang berbeda. Yang terpenting, BAB rutin dan lancar.

Sembelit atau konstipasi bisa menjadi serius ketika disertai rasa nyeri atau kram dan sulit mengeluarkan kotorannya karena terlalu keras atau kering. Ditambah, rasa kembung dan mual. Terlebih lagi ketika mengeluarkan darah akibat robeknya belahan anus karena terlalu kuat mengejan sambil menahan napas.

Mengapa si kecil konstipasi?

Konstipasi pada si kecil dapat disebabkan hal berikut:

  1. Tidak cukup serat.
  2. Perubahan pola makan, misalnya ketika anak mulai makan makanan orang dewasa seperti daging atau makanan olahan.
  3. Tidak minum cukup cairan.
  4. Mengonsumsi produk susu secara berlebihan, seperti es krim, keju, dan cokelat.
  5. Tidak meluangkan waktu untuk buang air besar. Seorang anak mungkin begitu tertarik bermain sampai mengabaikan kebutuhan untuk buang air besar.
  6. Keengganan untuk menggunakan kamar mandi. Hal ini karena anak tidak nyaman dan merasa malu menggunakan toilet umum, misalnya di sekolah atau tempat umum lainnya. Sehingga, anak akan menunda untuk BAB yang mengakibatkan kotoran mengeras dan sulit dikeluarkan.
  7. Perubahan dalam rutinitas sehari-hari atau masuk lingkungan baru, seperti saat bepergian atau ketika mulai sekolah.
  8. Obat. Banyak obat-obatan, seperti obat penghilang rasa nyeri (pain killer) dapat menyebabkan sembelit.

Cara mencegah konstipasi

Meski penyebab konstipasi cukup beragam, namun solusinya bisa satu, yaitu pola hidup sehat. Berikut adalah cara hidup sehat yang dapat Ibu terapkan untuk si kecil.

  1. Pola Makan Sehat
    1. Pastikan si kecil cukup air putih, sekitar 4-6 gelas sehari. Ketika cuaca panas atau anak sangat aktif, ibu juga dapat memberikan air kelapa untuk menghindarinya dari dehidrasi dan konstipasi. Air kelapa merupakan laksatif (pencahar) alami yang berfungsi untuk melancarkan buang air besar lo, Bu.
    2. Batasi konsumsi makanan rendah atau tak mengandung serat seperti es krim, keju, daging, dan makanan olahan. Terlebih jika anak mudah sembelit.
    3. Berikan cukup serat (20 sampai 35 gram setiap hari). Selain itu, berikan yogurt atau minuman probiotik yang baik untuk usus.
    4. Berikan setidaknya 1 cangkir buah sehari ya, Bu. Ibu dapat memilih buah utuh dibanding jus buah karena buah utuh mengandung lebih banyak serat daripada jus buah. Serat tersebut yang melancarkan buang air besar. Buah yang baik untuk mencegah konstipasi antara lain pepaya, melon, semangka, jeruk, apel, dan pisang.
      Manfaat buah pepaya tak diragukan lagi dapat melembutkan kotoran karena mengandung papain, yaitu enzim pencerna, serta vitamin C yang lebih tinggi dari jeruk. Sedangkan kegunaan buah melon, semangka, jeruk, dan apel, antara lain menyediakan serat serta air yang dibutuhkan tubuh. Manfaat buah pisang matang dengan kulit kuning juga menyediakan serat dan memperlancar buang air besar. Namun, pisang yang belum matang dengan kulit hijau justru dapat memicu konstipasi.
    5. Berikan minimal 1 cangkir sayuran sehari. Contoh sayuran yang kaya serat dan vitamin adalah wortel, bayam, dan brokoli. Kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang tanah, dan kacang merah juga menyediakan serat yang baik.
  2. Olahraga

Olahraga dapat mencegah obesitas dan menyehatkan tubuh, termasuk organ pencernaan. Ajak si kecil berolahraga atau melakukan aktivitas fisik selama 15-20 menit sehari.

  1. Toilet Training
    1. Dorong anak Anda untuk pergi ke toilet segera ketika dia merasa ada dorongan dari tubuhnya. Jika anak mengabaikannya, kotoran menjadi kering dan mengeras sehingga sulit dikeluarkan.
    2. Ciptakan rutinitas sehari-hari untuk membiasakan anak BAB pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah sarapan. Ini dapat membantu.

Jangan lupa Bu, anak merupakan peniru ulung. Tunjukkanlah pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari agar mereka mencontohnya.